Cara Daftar Jadi Penjual Di Shopee Bagi Pemula

Shopee seller center - Posts | Facebook

Berjualan secara online saat ini semakin banyak diminati, entah itu melalui media sosial atau melalui e-commerce seperti misalnya Shopee. Sebab dengan berjualan online, para penjual tidak perlu bingung-bingung mencari toko dan mereka bisa menjangkau lebih banyak konsumen.

Tapi mungkin bagi penjual pemula yang baru pertama kali berjualan online, proses membuka toko dan berjualan online ini agak sedikit membuat bingung. Tidak perlu khawatir, karena dibawah ini ada info soal cara daftar jadi penjual di Shopee yang tentunya berguna bagi penjual pemula.

Berikut cara daftar jadi penjual di Shopee :

  • Daftar Akun Shopee

Pertama-tama, buka situs resmi Shopee di browser desktop. Selain melalui komputer, kamu juga bisa mendaftarkan diri melalui HP (Smartphone) dengan menggunakan aplikasi Shopee yang dapat diunduh di Google Play Store dan Apple App Store.

Buka akun baru dengan cara klik tombol Daftar yang berada disebelah sisi kanan atas. Setelah di-klik, silahkan isi formulir yang ada dengan data pribadi kamu.

  • Buka Dan Atur Toko

Setelah terdaftar, pilih menu Jual yang berada disebelah sisi kiri atas. Untuk di smartphone, kamu bisa mengakses menu ini dengan cara klik tab “Saya” yang berada disisi kanan bawah layar, lalu klik opsi “Mulai Jual” yang berada di sisi kiri atas.

Kemudian, kamu akan masuk kedalam fitur Shopee Seller Centre. Ini semacam pusat kendali untuk mengelola toko kamu. Silahkan pilih menu Pengaturan Toko. Lalu isi profil toko kamu mulai dari nama toko, deskripsi toko, logo atau foto toko, dan banner toko. Setelah semuanya diisi, tinggal klik Simpan.

  • Atur Alamat Toko Dan Jasa Pengiriman

Selanjutnya, pilih menu Alamat Saya untuk mengatur alamat toko kamu. Lalu, klik tombol Tambah alamat baru. Isi formulir yang ada dengan rincian alamat toko, lalu klik simpan.

Kemudian, pilih menu Jasa Kirimku untuk mengatur jasa ekspedisi pengiriman yang akan  kamu gunakan di toko. Akan ada beberapa pilihan, kamu tinggal klik toggle yang berada di jasa kirim yang diinginkan hingga berwarna hijau.

  • Atur Rekening Bank

Selanjutnya, kamu bisa mengisi rincian rekening Bank untuk melakukan pembayaran atau menerima uang penjualan. Caranya, tinggal klik menu Kartu/Rekening Bank. Nantinya kamu akan diminta untuk memasukkan password akun Shopee kamu untuk verifikasi.

Untuk menambahkan rekening Bank, tinggal klik Tambah Rekening Bank. Kemudian, isi form yang ada dengan rincian rekening Bank kamu, lalu klik Lanjut.

  • Mulai Berjualan

Sekarang toko kamu sudah jadi dan siap digunakan untuk berjualan online. Untuk memulai berjualan, klik ikon kotak yang berada disamping nama akun, lalu pilih menu Produk Saya. Untuk menambahkan produk yang hendak dijual, klik opsi Tambah Produk Baru. Tuliskan nama produk, lalu pilih kategori yang cocok untuk produk jualan. Sebagai contoh, Pakaian Wanita > Atasan > Kemeja, lalu klik Lanjut.

  • Masukkan Rincian Produk

Masukkan informasu seputar produk secara rinci di form yang telah disediakan. Informasi tersebut mencakup deskripsi, merek, asal produk, bahan, dan style. Kemudian, isi informasi penjualan termasuk harga dan juga jumlah stok produk.

Unggah foto-foto untuk memamerkan produk yang kamu jual. Shopee memungkinkan kamu untuk mengunggah hingga sembilan foto. Selanjutnya, masukkan rincian untuk pengiriman termasuk berat produk dalam ukuran, ukuran paket, serta ongkos kirim.

  • Toko Siap Berjualan

Setelah semuanya kamu isi, klik Simpan lalu Tampilkan. Ulangi langkah memasukkan produk hingga semua produk jualan kamu terunggah di Shopee. Sekarang produk jualan kamu sudah dapat dicari dan dilihat oleh semua pengguna Shopee.

Jaga-jaga Keuangan di Tengah Pandemi, Ini yang Harus Ditambah & Dikurangi

https://lh5.googleusercontent.com/Y8YjRbVvhDDaWMMUN5mtFO8fPwwGdFwUVrolDgVTit00EIf0tXLV7ITRE27z0A1xADNdVUxgyZtbKvpx8sCa_rRkuD6EJQEkQl3MAZRfb1ZxuEBxmO0evgsxc-9A98UiJRaqc7VJ

Kesehatan dan keuangan adalah dua hal penting yang sangat perlu diperhatikan di tengah pandemi covid-19 saat ini. Agar tidak tertular ataupun menulari virus ke orang lain, protokol kesehatan wajib dilakukan jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah selama masa pandemi. Mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan secara rutin, hindari menyentuh wajah dengan tangan, jaga jarak, dan melakukan isolasi diri jika dirasa kurang sehat. 

Sementara menjaga kestabilan keuangan, penting sifatnya untuk bisa tetap bertahan di masa-masa sulit pandemi. Sebab, seperti yang kita tahu, sejak awal merebaknya virus covid-19 di Indonesia, perlahan-lahan ekonomi juga menurun seiring dengan penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang masih terus diperpanjang di beberapa daerah hingga saat ini. 

Jika kamu masih memiliki pendapatan yang stabil di tengah pandemi, selain perlu banyak bersyukur, kamu juga sebaiknya belajar untuk mengontrol hasrat dan menyusun ulang prioritas anggaran keuangan. Segala yang tidak primer dan tidak penting sifatnya, perlu dicoret dari anggaran agar uang yang bisa ditabung jadi lebih banyak. 

Nah, berikut ini rekomendasi daftar hal yang harus ditambah dan dikurangi dalam keuanganmu untuk berjaga-jaga selama pandemi.

Yang Harus Ditambah dalam Keuangan: 

1. Dana Darurat

Seperti namanya, dana darurat akan sangat bisa diandalkan jika kamu mengalami kondisi darurat seperti sakit atau kendaraan rusak dan harus diperbaiki. Nah, kalau ada pengeluaran tidak penting yang bsia dicoret dari anggaran keuangan, kamu dapat mengalihkan uangnya untuk mengisi dana darurat. Makin banyak uang yang bisa ditabung untuk darurat, akan semakin baik. 

2. Sumber Penghasilan

Sudah bukan masanya lagi untuk bertumpu pada satu sumber penghasilan saja. Meski di tengah pandemi, kamu tetap bisa produktif untuk mencari peluang mendapat pundi-pundi penghasilan tambahan. Misalnya, dengan sigap melihat peluang bisnis yang baru seperti masker kain, bahan makanan siap makan, hingga frozen food

3. Perketat pengeluaran

Perbanyak tabungan, perketat pengeluaran adalah rumus yang harus diberlakukan selama pandemi corona belum usai. Yang sebelumnya nggak pakai mikir dua kali untuk memenuhi keinginan dan hasrat belanja, kali ini kamu perlu berpikir dua kali sebelum mengeluarkan uang untuk hal-hal yang sifatnya tidak penting. Misalnya, belanja pakaian. 

4. Anggaran berbagi atau bersedekah kepada yang membutuhkan

Agar sama-sama aman dan sehat selama masa pandemi, kita juga perlu peduli dan menengok lingkungan sekitar. Apakah ada yang membutuhkan bantuan selama masa pandemi? Apakah ada tetangga yang perlu bantuan makanan atau biaya listrik karena PSBB dan terpaksa harus di rumah aja? Alih-alih menuruti keinginan untuk berbelanja, yuk perbanyak berbagi, bersedekah, dan membantu orang-orang terdekat yang membutuhkan. 

Yang Harus Dikurangi dalam Keuangan: 

1. Beban utang atau pinjaman yang tidak perlu

Menambah utang, kredit, atau pinjaman baru adalah hal yang perlu dihindari selama pandemi. Apalagi jika untuk kebutuhan konsumtif, misalnya: ganti HP baru. Karena belum ada titik terang kapan pandemi akan usai, maka jangan dulu membuat “komitmen” baru dengan cara mengambil kredit atau pinjaman yang tenornya panjang. 

Kecuali dalam kondisi darurat, kredit atau pinjaman uang baru boleh dilakukan. Itu pun dengan catatan, masih ada pemasukan yang stabil per bulan untuk membayar angsurannya. Jika tidak, maka alternatif lain perlu dipikirkan seperti berjualan atau mencairkan BPJS Ketenagakerjaan. Meski dalam kondisi darurat, kamu juga perlu selektif dalam memilih lembaga pinjaman. 

Kalau mau yang cepat, fintech pinjaman uang online bisa jadi pilihan tepat. Namun, pilih yang suku bunganya rendah dan tenornya panjang supaya angsuran bulanannya tidak berat. Seperti Kredivo, fintech pinjaman uang online yang menawarkan pinjaman mini mulai dari 500 ribu dengan tenor 30 hari dan pinjaman jumbo mulai dari Rp 1 juta ke atas dengan opsi tenor 3 & 6 bulan. Bukan hanya direkomendasikan karena sudah sejak lama terdaftar di OJK, Kredivo juga merupakan fintech pinjaman uang online yang terkenal memiliki suku bunga paling bersahabat. 

2. Kebutuhan baru non primer yang sifatnya kontinyu

Salah satu contohnya adalah berlangganan layanan hiburan seperti platform streaming film yang biayanya bulanan. Sebenarnya, untuk menghibur diri di tengah pandemi, sah-sah saja berlangganan layanan hiburan demi menjaga kewarasan. Namun, perhitungkan pula dengan kondisi penghasilan saat ini. 

3. Investasi berisiko tinggi

Belakangan, banyak sekali modus penipuan yang terjadi selama pandemi. Mulai dari penjualan masker, donasi abal-abal, penawaran pinjaman palsu, hingga investasi tipu-tipu yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Sekali lagi, segala hal yang terkait uang sebaiknya hati-hati dan jangan mudah tergiur tawaran apa pun. Lakukan riset yang mendetail jika kamu tertarik menggunakan uang untuk “diputar” salah satunya untuk investasi. Ada banyak jenis investasi dengan tingkat risikonya masing-masing saat ini. Sebelum menaruh uang untuk investasi, pastikan kamu memiliki pengetahuan yang cukup terkait jenis investasi itu sendiri ya.